TAHFIZH: Jadikan Hidup Mulia Dengan Hafal Qura'n

Ayah Bunda, sebagai orang tua tentunya kita menginginkan memberi kehidupan yang terbaik bagi anak. Berbagai macam upaya kita lakukan, tapi tahukah kita apa yang paling utama dilakukan untuk menggapainya?

Program Tahfizh SD Ibnu Katsir Berau
Program Tahfizh SD Ibnu Katsir Berau

Begitu banyak cerita orang yang kehidupaanya begitu bahagia, status sosial yang mulia tanpa harus gelar pendidikan menghiasi namanya. Hal itu terjadi karena keberkahan yang Allah titipkan kepada mereka yang mengagungkan firmanNya dalam kitab Al Qur'an.

Lihatlah! mungkin dia tetangga kita, atau saudara kita, mereka yang hafal Qur'an akan selalu mendapat kemudahan dalam kehidupan. Bandingkan juga dengan mereka yang memiliki jabatan, kekayaan yang berlimpah, kebahagiaan mereka akan selalu bertambah jika rumah mereka terdapat orang yang hafal Qur'an.

Bisa anda bayangkan, kebahagiaan dan kebanggaan orang tua yang memiliki anak penghapal  Qur'an yang bukan hanya memberikan kebahagiaan di dunia tapi Insya Alloh akan menjadi penerang di alam kubur bagi orang tuanya kelak.


Keutamaan menghafal Al Qur’an

1. Penghafal Qur’an adalah Shahibul Qur’an
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menyatakan, “ketahuilah, makna dari shahibul Qur’an adalah orang yang menghafalkannya di hati. berdasarkan sabda nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله
hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah
maksudnya yang paling hafal. Maka derajat surga yang didapatkan seseorang itu tergantung pada banyak hafalan Al Qur’annya di dunia, bukan pada banyak bacaannya, sebagaimana disangka oleh sebagian orang. Maka di sini kita ketahui keutamaan yang besar bagi pada penghafal Al Qur’an. Namun dengan syarat ia menghafalkan Al Qur’an untuk mengharap wajah Allah tabaaraka wa ta’ala, bukan untuk tujuan dunia atau harta” (Silsilah Ash Shahihah, 5/281).
2. Al Qur’an akan menjadi syafa’at bagi shahibul Qur’an
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه
bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim  804)
3. Derajat di surga tergantung pada hafalan Qur’an
Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها
akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).
4. Termasuk sebaik-baik manusia
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خيركم من تعلم القرآن وعلَّمه
sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 4639).
5. Allah mengangkat derajat shahibul Qur’an di dunia
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إن الله يرفع بهذا الكتاب أقواماً ويضع به آخرين
sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya” (HR. Muslim 817)
6. Penghafal Al Qur’an lebih diutamakan untuk menjadi imam
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله
hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah” (HR. Abu Daud 582, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)
(Sumber ; https://muslimah.or.id/6222-mengapa-perlu-menghafal-al-quran-1.html)
SD Ibnu Katsir Berau, sekolah pembimbing calon penghafal Qur'an.

Alhamdulillah, SD Ibnu Katsir menjadikan program Tahfizhul Qur'an sebagai salah satu program utama untuk mencetak generasi Qur'ani. Dimana kita ketahui bersama bahwasanya usia dini adalah waktu terbaik untuk memulai menghafal.

Di SD Ibnu Katsir pelajaran tahfizh kami utamakan. Pembelajarannya pun paling pagi yaitu setiap senin-kamis dari jam 7.15 - 08.35.

Siswa terbagi dalam beberapa halaqoh. Setiap halaqoh diampu oleh satu guru pendamping dan satu guru pengajar. Setiap halaqoh ada sekitar 8-12 siswa.
Dalam halaqoh terdapat dua pembelajaran yaitu iqro dan tahfizh. Siswa diperbolehkan menghafal jika sudah memasuki Iqro 4.

Semoga dengan program ini bisa menjadi salah satu wasilah perjuangan kita untuk menggapai kemuliaan hidup di duni dan akhirat.

Wallahu A'Alam bis showab.

Admin


1 comment: